Selasa, 28 Juli 2015

CARA MEMBAYAR ZAKAT HARTA

Pertanyaan 1:
Lajnah Da’imah Lil Buhuts Al-Ilmiyah Wal Ifta ditanya : Seorang pegawai menabung
gaji bulanannya dalam jumlah yang berubah-ubah setiap bulan. Kadang uang yang
ia tabung sedikit dan kadang banyak. Sebagian dari uang tabungannya itu ada yang
telah genap satu haul dan ada yang belum. Sementara ia tidak dapat menentukan
uang yang telah genap satu tahun. Bagaimanakah caranya membayarkan zakat
uang tabungannya .?

Pertanyaan ke 2:
Seorang pegawai lainnya memiliki gaji bulanan yang selalu ditabungnya dalam kotak
tabungan. Setiap hari ia isi kotak tabungan itu dengan sejumlah uang dan dalam
waktu yang tidak begitu jauh ia juga mengambil sejumlah uang untuk nafkah
sehari-hari sesuai dari kebutuhan dari kotak itu. Bagaimanakah cara ia menentukan
uang tabungan yang telah genap satu tahun ? Dan bagaimanakah caranya
mengeluarkan zakat uang tabungan itu ? Sementara sebagaimana yang diketahui,
tidak semua uang tabungannya itu telah genap satu haul !

Jawaban:
Pertanyaan pertama dan kedua sebenarnya tidak jauh berbeda. Lajnah juga sering
disodorkan pertanyaan serupa, maka Lajnah akan menjawabnya secara tuntas,
supaya faidahnya dapat dipetik bersama.

Jawabannya sebagai berikut : Barangsiapa memiliki uang yang telah mencapai
nishabnya, kemudian dalam waktu lain kembali memperoleh uang yang tidak terkait
sama sekali dengan uang pertama tadi, seperti uang tabungan dari gaji bulanan,
harta warisan, hadiah, uang hasil penyewaan rumah dan lainnya, apabila ia
sungguh-sungguh ingin menghitung dengan teliti haknya dan tidak menyerahkan
zakat kepada yang berhak kecuali sejumlah harta yang benar-benar wajib
dikeluarkan zakatnya, maka hendaklah ia membuat pembukuan hasil usahanya. Ia
hitung jumlah uang yang dimiliki untuk menetapkan haul dimulai sejak pertama kali
ia memiliki uang itu. Lalu ia keluarkan zakat dari harta yang telah ditetapkannya itu
bila telah genap satu haul.

Jika ingin cara yang lebih mudah, lebih memilih cara yang lebih sosial dan lebih
mengutamakan fakir miskin dan golongan yang berhak menerima zakat lainnya,
maka ia boleh mengeluarkan zakat dari seluruh uang yang telah mencapai nishab
dari yang dimilikinya setiap kali telah genap satu haul. Dengan begitu pahala yang
diterimanyaa lebih besar, lebih mengangkat derajatnya dan lebih mudah dilakukan
serta lebih menjaga hak-hak fakir miskin dan seluruh golongan yang berhak
menerima zakat.

Hendaklah jumlah yang berlebih dari zakat yang wajib dibayarnya diniatkan untuk
berbuat baik, sebagai ungkapan rasa syukurnya kepada Allah atas
nikmat-nikmatNya dan anugrahNya yang berlimpah. Dan mengharap agar Allah
menambah karuniaNya itu bagi dirinya. Sebagaimana firman Allah.
Artinya : Jika kamu bersyukur maka Aku akan tambah nikmatKu bagi
kamu・[Ibrahim : 7]

Semoga Allah senantiasa memberi taufiq bagi kita semua.
[Fatawa Lil Muwazhafin Wal Ummat, Lajnah Da段mah, hal 75-77]
[Disalin dari. Kitab Al-Fatawa Asy-Syar段yyah Fi Al-Masa段l Al-Ashriyyah Min Fatawa
Ulama Al-Balad Al-Haram]

Sponsor link:


Tidak ada komentar:

Posting Komentar