Selasa, 28 Juli 2015

Dalil-dalil dan hukum mencukur jenggot/lihyah bagi laki-laki

"Berkata al-Bukhari : Ibn Umar menipiskan kumisnya sehingga kelihatan kulitnya
yang putih dan memelihara jenggot dan jambangnya". Lihat: Fathulbari, jild 10, :
334.
"Semasa Ibn Umar mengerjakan haji atau umrah, beliau menggenggam
jenggotnya, mana yang lebih (dari genggamannya) dipotong". HR al-Bukhari.
Hadits-hadits di atas bukan saja menjelaskan suatu contoh perbuatan Nabi
Muhammad, para nabi sebelum Rasulullah dan juga para sahabat yang semua
mereka memelihara jenggot. Malah hadits-hadits di atas juga merupakan lanjutan
yang berupa perintah dari nabi-nabi dan rasul-rasul sebelum Nabi Muhammad
Shalallahu ‘alaihi wassalam.

Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wassalam meneruskan perintah (lanjutan)
tersebut ke atas orang-orang yang beriman supaya memelihara jenggot mereka.
Anehnya, dalam hal perintah yang nyata ini dirasakan sukar difahami oleh
segolongan para mufti, hakim, imam, ustadz dan alim ulama yang bertebaran di
negara ini. Apakah mereka tidak pernah terjumpa (terbaca) walaupun sepotong
dari beberapa hadits-hadits sahih sebagaimana yang tercatit di atas yang
mewajibkan memelihara jenggot sehingga mereka tidak sudi memeliharanya? Jika
sekiranya mereka telah terbaca salah satu dari hadits-hadits tersebut mengapa pula
tidak mau menerima dan mentaatinya?

Apakah mereka merupakan ulama buta,
tuli, pekak dan bisu sehingga tidak dapat melihat, memahami, mengetahui dan
menyampaikan sebegitu banyaknya hadits-hadits sahih yang memperkatakan
tentang jenggot? Mengapa pula perintah dan larangan syara sebagaimana yang
terdapat di dalam firman Allah di bawah ini tidak mereka sadari ? "Dan apa yang
disampaikan oleh Rasul maka hendaklah kamu ambil (patuhi) dan apa yang ditegah
kamu (dari melakukannya) maka hendaklah kamu tinggalkan". AL Hasyr, 59:7.
Ayat di atas memberi penekanan agar setiap orang-orang yang beriman bersikap
patuh (taat), sama ada patuh dengan cara melaksanakan segala apa yang disuruh
oleh Allah dan RasulNya atau patuh dengan cara meninggalkan segala apa yang
telah dilarang atau diharamkan.

Orang-orang yang beriman tidak boleh mencontoh sikap Iblis yang enggan
mematuhi perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala apabila diarah supaya sujud kepada
Nabi Adam ‘alaihissalam. Iblis dilaknat karena mengingkari satu perintah Allah.
Keengganan mematuhi perintah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam identik seperti
mengingkari perintah Allah karena mentaati Rasulullah adalah asas mentaati Allah,
maka mereka yang tidak mau mematuhi atau mentaati perintah Rasulullah
Shalallahu ‘alaihi Wassalam yang diulang berkali-kali supaya memelihara jenggot dan
jambang dengan alasan berjenggot itu tidak rapi, serabutan, kelihatan jelek dan
sebagainya. Maka keingkaran dan alasan seperti ini ditakuti menyerupai alasan Iblis
dan petanda yang mereka telah mewarisi sikap Iblis yang congkak, biadab, bangga
diri dan akhirnya ia dikekalkan di neraka hanya lantaran tidak mau mematuhi
satu-satunya perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala yaitu sujud kepada bapa sekalian
manusia..

Sponsor link:


Tidak ada komentar:

Posting Komentar