Selasa, 28 Juli 2015

Fatwa Seputar Puasa di Bulan Syawal

Tanya :
Bagaimana kedudukan orang yang berpuasa enam hari di bulan syawal
padahal punya qadla(mengganti) Ramadhan ?

Jawab :
Dasar puasa enam hari syawal adalah hadits berikut
"Barangsiapa berpuasa Ramadhan lalu mengikutinya dengan enam hari Syawal
maka ia laksana mengerjakan puasa satu tahun."
Jika seseorang punya kewajiban qadla puasa lalu berpuasa enam hari padahal ia
punya kewajiban qadla enam hari maka puasa syawalnya tak berpahala kecuali
telah mengqadla ramadlannya (Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin)

Hukum mengqadha enam hari puasa Syawal

Pertanyaan
Syaikh Abdul Aziz bin Baaz ditanya : Seorang wanita sudah terbiasa menjalankan
puasa enam hari di bulan Syawal setiap tahun, pada suatu tahun ia mengalami nifas
karena melahirkan pada permulaan Ramadhan dan belum mendapat kesucian dari
nifasnya itu kecuali setelah habisnya bulan Ramadhan, setelah mendapat kesucian ia
mengqadha puasa Ramadhan. Apakah diharuskan baginya untuk mengqadha puasa
Syawal yang enam hari itu setelah mengqadha puasa Ramadhan walau puasa
Syawal itu dikerjakan bukan pada bulan Syawal ? Ataukah puasa Syawal itu tidak
harus diqadha kecuali mengqadha puasa Ramadhan saja dan apakah puasa enam
hari Syawal diharuskan terus menerus atau tidak ?

Jawaban:
Puasa enam hari di bulan Syawal, sunat hukumnya dan bukan wajib berdasarkan
sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.
"Artinya : Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan kemudian disusul dengan puasa
enam hari di bulan Syawal maka puasanya itu bagaikan puasa sepanjang tahun"
[Dikeluarkan oleh Imam Muslim dalam kitab Shahihnya]

Hadits ini menunjukkan bahwa puasa enam hari itu boleh dilakukan secara
berurutan ataupun tidak berurutan, karena ungkapan hadits itu bersifat mutlak,
akan tetapi bersegera melaksanakan puasa enam hari itu adalah lebih utama
berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta'ala (yang artinya) : "..Dan aku
bersegera kepada-Mu. Ya Rabbku, agar supaya Engkau ridha (kepadaku)" [Thaha :
84]

Juga berdasarakan dalil-dalil dari Al-Kitab dan As-Sunnah yang menunjukkan
kutamaan bersegera dan berlomba-lomba dalam melakukan kebaikan. Tidak
diwajibkan untuk melaksanakan puasa Syawal secara terus menerus akan tetapi
hal itu adalah lebih utama berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam
(yang artinya) : "Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang terus menerus
dikerjakan walaupun sedikit"
Tidak disyari'atkan untuk mengqadha puasa Syawal setelah habis bulan Syawal,
karena puasa tersebut adalah puasa sunnat, baik puasa itu terlewat dengan atau
tanpa udzur.

Mengqadha enam hari puasa Ramadhan di bulan Syawal, apakah mendapat pahala
puasa Syawal enam hari

Sponsor link:


Tidak ada komentar:

Posting Komentar