Selasa, 28 Juli 2015

Hukum mencukur jenggot karena takut timbul bahaya

Tanya :
Sejak beberapa tahun ini saya mengenal Dienul Islam -walillahil hamd- , Allah telah
memberi hidayah sehingga saya dan dua orang saudara saya bersedia memelihara
jenggot. Sunnah Rasulullah ini kemudian diikuti oleh sebagian anggota keluarga.
Alhamdulillah kami mampu menciptakan suasana islami di dalam rumah.
Saudara-saudara wanita saya mengenakan busana muslimah dan kami senantiasa
menerapkan ajaran-ajaran Al-Qur'an dan As-Sunnah sesuai dengan kemampuan
kami. Kemudian terjadilah fitnah (kekacauan) di negeri kami, masyarakat berubah
membenci orang-orang berjenggot dan mempersempit ruang gerak mereka.

Masyarakat mengira setiap orang yang berjenggot pasti ingin membunuhi
masyarakat dan menumpahkan darah mereka. Sebagaimana kaum muslimin
lainnya, kami juga sama sekali tidak membenarkan tindakan membunuh dan
menumpahkan darah yang diharamkan oleh Allah. Lalu kedua orang tua saya dan
segenap keluarga terus meminta saya supaya mencukur jenggot. Ibu saya
mengatakan bahwa ayah saya sangat marah kepada saya. Saya sendiri takut
menyelisihi salah satu sunnah Rasulullah dan takut jatuh ke dalam perbuatan
maksiat!?

Jawab :
Alhamdulillah,
Pertama: Semoga Allah membalas Anda dengan kebaikan atas ketaatan Anda
mengikuti Sunnah Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wassalam dan dakwah Anda kepada
segenap keluarga Anda kepada Sunnah Nabi.

Kedua: Mencukur jenggot haram hukumnya, sedang memeliharanya adalah wajib
sebagaimana yang Anda ketahui. Mentaati Allah tentunya lebih diprioritaskan
daripada mentaati makhluk meskipun ia adalah keluarga yang terdekat. Tidak boleh
mentaati makhluk dalam hal berbuat maksiat kepada Allah. Mentaati makhluk harus
dalam perkara-perkara ma'ruf saja. Apa yang Anda sebutkan tadi, berupa
kekesalan dan kemarahan kedua orang tua karena Anda tetap memelihara jenggot
hanyalah dorongan sentimen perasaan belaka dan rasa khawatir atas keselamatan
pribadi Anda setelah melihat berbagai peristiwa yang menimpa orang lain. Akan
tetapi peristiwa-peristiwa tersebut umumnya terjadi atas orang-orang yang terlibat
dalam kancah fitnah itu bukan karena masalah memelihara jenggot semata.

Hendaklah Anda tetap teguh di atas kebenaran dan tetap memelihara jenggot
karena ketaatan kepada Allah dan mencari ridha-Nya, meskipun manusia tidak
senang. Dan hendaknya Anda menjauhkan diri dari tempat-tempat fitnah dan selalu
bertawakkal kepada Allah serta mengharap kepada-Nya semoga Dia memberi jalan
keluar bagi Anda dari setiap kesempitan. Allah berfirman dalam Kitab-Nya:
“Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya
jalan ke luar. Dan memberinya rezki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan
barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan
(keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang
dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap
sesuatu.” (QS. 65:2-3)

Dalam ayat lain Allah berfirman: “Dan barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah
niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya. Itulah perintah
Allah yang diturunkan-Nya kepada kamu; dan barangsiapa yang bertaqwa kepada
Allah niscaya Dia akan menutupi kesalahan-kesalahannya dan akan
melipatgandakan pahala baginya.” (QS. 65:4-5)

Kami anjurkan agar Anda tetap berbakti kepada kedua orang tua dan memberikan
alasan kepada mereka berdua dengan lembut dan dengan cara yang baik.
(Fatawa Lajnah Daimah V/151, Al Lajnah Ad Daimah lil Buhuts Al Ilmiyah wal Ifta,
Dewan Tetap Arab saudi untuk riset-riset ilmiyah dan fatwa)

Sponsor link:


Tidak ada komentar:

Posting Komentar