Selasa, 28 Juli 2015

Hukum mengejek sunnah Rasulullah ttg jenggot dll

Bagian 2:

Apabila penghinaan itu dikarenakan syariat atau ajaran agama yang dia pegang,
maka penghinaan tersebut masuk dalam penghinaan terhadap syariat, dan
menghina syariat adalah kekufuran. Jika penghinaan tersebut semata-mata hanya
ditujukan kepada orang (pribadi) yang bersangkutan tanpa adanya unsur
penghinaan terhadap apa yang ia pegang berupa ajaran agama atau sunnah maka
tidak masuk kategori kafir. Sebab boleh jadi seseorang menghina orang lain secara
pribadinya saja, dan tidak mangaitklan sama sekali dengan amal yang
dilaku-kannya, namun hal ini juga merupakan sesuatu yang sangat berbahaya.

Yang seharusnya adalah memberikan dorongan kepada orang tersebut agar tetap
berpegang dengan syariat Allah serta mendukungnya, bukan menghinanya. Apabila
dirinya memang memiliki kesalahan, maka hendaknya diluruskan sesuai dengan
kesalahan yang dia kerjakan. (Syaikh Ibnu Utsaimin)
Tanya:Bagaimana hukumnya mengejek orang yang memanjangkan jenggot atau
mengangkat pakaian (celana) diatas mata kakinya?

Jawab: Barang siapa yang menghina orang yang memelihara jenggot atau
mengangkat pakaiannya di atas mata kaki, padahal ia tahu bahwa itu adalah syariat
Allah maka ia telah meng-hina syariat Allah tersebut. Namun jika dia menghinanya
selaku pribadi, karena adanya faktor pendorong yang sifat-nya pribadi pula, makaia
tidak dikafir-kan dengan perbuatan itu. (Syaikh Ibnu Utsaimin)
Tanya: "Apa hukum syara' terhadap orang yang mengejek orang yang berjenggot
dengan memang-gilnya, "Hai si jenggot! Mohon untuk dijelaskan.

Jawab: “Mengolok-olok jenggot adalah kemungkaran yang besar, kalau dia
mengucapkannya dengan tujuan menghina jenggot, maka itu adalah kufur, namun
jika karena panggilan julukan atau pengenal (karena dengan menyebut nama saja
belum tentu tahu yang dimaksudkan, red) maka tidak masuk dalam kekufuran.
Namun tidak selayaknya menjuluki atau memanggil orang dengan panggilan seperti
ini. Sebab dikhawatirkan masuk dalam golongan yang difirmankan Allah dalam surat
at-Taubah 65-66 (lihat diatas, red). (al-Lajnah ad-Daimah)

Tanya: Apa hukumnya menge-jek wanita muslimah yang mengenakan hijab syar'I
dengan menyebutnya sebagai 'ifritah (jin Ifrit wanita/ hantu, red) atau kemah yang
berjalan, dan kalimat-kalimat lain yang sifatnya mengejek?

Jawab: Barang siapa yang menghina seorang muslim atau muslimah dikarenakan
ajaran syariat yang dia pegang maka dia adalah kafir, baik itu dalam masalah hijab
syar'i atau yang selainnya.

Sponsor link:


Tidak ada komentar:

Posting Komentar