Selasa, 28 Juli 2015

Tuntunan Ulama' Salaf dalam menyikapi hari raya non muslim

Bagian 1:

Tanya:
Apakah boleh memberikan ucapan selamat hari raya atau yang lainnya kepada
orang orang Masihiyun (penganut ajaran Isa al Masih)?

Jawab:
Yang benar adalah jika kita mengatakan : Orang-orang nasrani, karena kalimat
masihiyun berarti menisbatkan syariat (yang di bawah Nabi Isa) kepada agama
mereka, artinya mereka menisbatkan diri mereka kepada Al-Masih Isa bin Maryam.
Padahal telah diketahui bahwa Isa bin Maryam Alaihissalam telah membawa kabar
gembira untuk Bani Israil dengan(kedatangan) Muhammad.

Allah Subhanahu wa Taala berfirman: "Dan (ingatlah) ketika Isa Putra Maryam
berkata: `Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu,
membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar
gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang
namanya Ahmad (Muhammad)`. Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka
dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: Ini adalah sihir yang
nyata" (Ash-Shaff: 6).

Maka jika mereka mengkafiri/mengingkari Muhammad Shallallahu wa `alaihi wa
Sallam maka berarti mereka telah mengkafiri Isa, kerena mereka telah menolak
kabar gembira yang beliau sampaikan kepada mereka. Dan oleh karena itu kita
mensifati mereka dengan apa yang disifatkan Allah atas mereka dalam Al-Qur`an
dan dengan apa yang disifatkan oleh Rasulullah Shallallahu wa `alaihi wa Sallam
dalam As-Sunnah, dan yang disifatkan/digambarkan oleh para ulama muslimin
dengan sifat ini yaitu bahwa mereka adalah nashrani sehingga kitapun mengatakan:
sesungguhnya orang-orang nashrani jika mengkafiri Muhammad Shallallahu wa
`alaihi wa Sallam maka sebenarnya mereka telah mengkafiri Isa bin Maryam.
Akan tetapi mereka mengatakan: Sesungguhnya Isa bin Maryam telah memberi
kabar gembira kepada kami dengan seorang rasul yang akan datang sesudahnya
yang namanya Ahmad, sementara yang datang namanya adalah Muhammad. Maka
kami menanti (rasul yang bernama) Ahmad, sedangkan Muhammad adalah
bukanlah yang dikabargembirakan oleh Isa. Maka apakah jawaban atas
penyimpangan ini?

Jawabannya adalah kita mengatakan bahwa Allah telah berfirman: Maka ketika ia
(Muhammad) datang kepada mereka dengan penjelasan-penjelasan¡. Ayat ini
menunjukkan bahwa rasul tersebut telah datang; dan apakah telah datang kepada
mereka seorang rasul selain Muhammad Shallallahu wa `alaihi wa Sallam setelah
Isa? Tentu saja tidak, tidak seorang rasulpun yang datang sesudah Isa selain
Muhammad Shallallahu wa `alaihi wa Sallam. Dan berdasarkan ini maka wajiblah
atas mereka untuk beriman kepada Muhammad Shallallahu wa `alaihi wa Sallam
dan juga kepada Isa `Alaihissalam.

Rasul telah beriman kepada Al-Qur`an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya,
demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah,
Malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya dan rasul-rasulNya (mereka mengakatan):
`Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari
rasul-rasulNya.¡¦ (Al-Baqarah:285)

Oleh karena itu Nabi Shallallahu wa `alaihi wa Sallam bersabda: Barangsiapa yang
bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah dan bahwa
Muhammad adalah utusan Allah dan bahwa Isa adalah hamba dan utusan
Allah(Bagian dari hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari no. 3435 dalam kitab
Ahaditsul Anbiya` bab Qauluhu Ta`ala: Ya Ahal Kitabi La Taghlul Fi Dinikum, dan oleh
Muslim no. 28 dalam kitab Al-Iman bab Ad-Dalil `Alaa Inna Man Maata `Alat Tauhiid
Dakhalal Jannah Qath`an dari hadits `Ubadah bin Ash-Shamit Radhiallahu Anhu).
Maka tidak sempurna iman kita kecuali dengan beriman kepada Isa Alaihissalam dan
bahwa beliau adalah hamba dan utusan Allah, sehingga kita tidak mengatakan
sebagaimana yang dikatakan oleh orang-orang nashrani; bahwa ia adalah putra
Allah, dan tidak (pula mengatakan) bahwa ia adalah tuhan.

Dan kita tidak pula
mengatakan sebagaimana yang dikatakan oleh orang yahudi: bahwa beliau adalah
pendusta dan bukan seorang Rasul dari Allah, akan tetapi kita mengatkan bahwa
Isa di utus kepada kaumnya dan bahwa syariat Isa dan nabi-nabi yang lainnya telah
dihapus oleh syariat Nabi Muhammad Shallallahu wa `alaihi wa Sallam.

Adapun memberi ucapan selamat hari raya kepada orang-orang nashrani atau
yahudi maka ia adalah haram berdasarkan kesepakatan para ulama sebagaimana
disebutkan Ibnul Qayyim Rahimahullah dalam kitab Ahkam Ahli Adz-Dzimmah, dan
silahkan anda membaca teks tulisan beliau: "Dan adapun memberikan ucapan
selamat untuk syiar-syiar kekufuran yang bersifat khusus maka ia adalah haram
secara ijma`, seperti mengucapkan selama untuk hari raya dan puasa mereka
dengan mengatakan : "hari raya yang diberkahi untuk anda¡¦ Maka yang seperti ini
kalaupun orang yang mengucapkan selamat dari kekufuran maka perbuatan itu
termasuk yang diharamkan.

Dan ia sama dengan memberikan selamat untuk
ujudnya kepada salib. Bahkan itu lebih besar dosanya dan lebih dimurkai oleh Allah
daripada memberikan selamat atas perbuatannya meminum khamar, membunuh,
melakukan zina dan yang semacamnya. Dan banyak orang yang tidak memiliki
penghormatan terhadap Ad-dien terjatuh dalam hal itu dan ia tidak mengetahui apa
yang telah ia lakukan". Selesai tulisan beliau.

(Dinukil dari Ash-Shahwah Al-Islamiyah, Dhawabith wa taujihat, oleh Syaikh
Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin).

Sponsor link:


Tidak ada komentar:

Posting Komentar