Sabtu, 15 Agustus 2015

Sumpah Lia Aminuddin & Pernyataan Armansyah

06 Oktober 1998
Via
Landung Wahana (landung@kami.com)
salamullah-info@egroups.com
Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamu'alaikum Warahmatullahi wabarakatuh,

Sdr. Armansyah,
Saya ingin sekali meyakinkan masyarakat atas kebenaran pernyataan-pernyataan saya. Sudah lama saya menunggu orang yang ingin menilai pernyataan saya ini melalui sumpah. Maka dengan sepenuh hati saya ingin mengutarakan sumpah saya ini:
Bismillahirrahmanirrahim,
Asyahu anla ilaaha illa Allah wa asyhadu anna Muhammadan Rasulullah
Demi Allah Yang Maha Memiliki kutukan.
Demi Allah Yang Maha Membenarkan dan demi Allah Yang Maha memiliki dan menurunkan takdir.
Demi Al Quran dan junjungan saya, Nabi Muhammad Sallallahu alaihi wassalam.
Demi langit dan bumi, tempat kehidupan saya dan seluruh makhluk ciptaan Allah.
Semoga Allah segera memperlihatkan kebenaran pernyataan saya.
Dan semoga Malaikat Jibril yang menyertai saya itu dapat segera mengemukakan tanda-tanda dan segala kemampuannya agar pernyataan saya dapat terbukti kebenarannya.
Saya bersumpah, demi segala yang saya nyatakan di atas, bahwa dengan ini saya menyatakan pada tanggal 18 Agustus 1998 pada pukul 8.45, saya telah dibaiat Allah melalui Malaikat Jibril bahwa saya adalah Imam Mahdi, dan anak saya, Ahmad Mukti, sebagai Nabi Isa.
Demi seluruh kehidupan saya dan kehidupan seluruh keturunan saya, saya bersumpah atas nama Allah dan Al Quran sebagai landasan keyakinan saya, bahwa pernyataan saya itu benar-benar saya terima dari Allah dan Malaikat Jibril sebagai pembaiat saya.
Bila sekiranya saya salah dan telah berbohong, saya dengan ikhlas akan menerima segala konsekuensinya, yaitu kutukan Allah yang telah saya sebutkan di dalam sumpah saya ketika dibaiat sebagai Imam Mahdi.
Adapun sumpah saya itu adalah sebagai berikut :
Saya bersumpah kepada Allah untuk menjalankan tugas saya sebagai Imam Mahdi dengan sebaik-baiknya dan sebenar-benarnya dan tak akan menyelesaikan segala masalah selain hanya dengan kebenaran dan keadilan. Seluruh tanggung jawab saya sebagai Imam Mahdi, saya pertanggung jawabkan langsung kepada Allah.
Bila saya mengingkari sumpah saya ini, maka saya bersedia menerima kutukan Allah, yaitu saya mohon kepada Allah agar memerintahkan bumi tak menerima jasadku dan seluruh alam semesta menyiksaku dan membiarkan segala yang saya makan duri dan yang saya minum adalah racun. Dan saya pun bersedia ditempatkan Allah kekal di dalam neraka, dan tak pernah menyentuh surga.
Demikianlah sumpah saya ketika saya dibaiat sebagai Imam Mahdi dan kini saya ulangi kembali sesuai permintaan Anda dan sekaligus saya nyatakan kepada masyarakat. Semoga sumpah saya ini dapat menjadi pertimbangan akan kebenaran pernyataan saya itu. Sekian dan terimakasih.
Wassalam,
Lia Aminuddin
Pernyataan Ku
Bismillahirrohmanirrohim.,
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Sesungguhnya Aku bersaksi, tiada Ilah yang patut kusembah, menghambakan diri secara penuh, tempat aku meminta pertolongan, tempat aku mengadu dan lain sebagainya kecuali Allah yang Maha Esa dalam berbagai bidang dan sifat-Nya, tidak beranak dan tidak diperanakkan, menguasai seluruh langit dan bumi serta apa yang ada diantara keduanya, tiada serikat bagi-Nya.
Dan Aku bersaksi bahwa KhatamanNabiyin, Muhammad bin Abdullah Rasul Allah adalah benar seorang Nabi yang ummi, seorang utusan Allah yang nama dan sifatnya terdapat pada berbagai kitab suci Allah dan dinubuatkan oleh seluruh Nabi dan Rasul-Nya.
Bahwa aku menolak dengan jelas semua paham ke-Tuhanan yang menyimpang dari sisi Tauhid, termasuk didalamnya tentang Tritunggal/Trinitas, Trimurti dan sejenisnya.
Bahwa Aku menolak semua paham kenabian yang didakwa oleh manusia-manusia Bani Adam setelah beliau, termasuk klaim Mirza Ghulam Ahmad, Elijah Muhammad, Lia Aminuddin, Ahmad Mukti, Lois Farakhan, Musailamah Alkahzab dan sejumlah nama-nama "Dajjal" lainnya berdasarkan AlQur'an dan Sunnah Rasulullah Saw yang benar.
Sebagai konsekwensinya, apabila ternyata apa yang sudah kulakukan saat ini, yaitu menolak kedatangan Ahmad Mukti sebagai Isa Almasih dan Lia Aminuddin sebagai Imam Mahdi, maka Aku siap menerima apapun azab akibat yang akan ditimpakan oleh Allah Swt kepada diriku.
Seluruh hidupku, dunia dan akhirat, kuserahkan semuanya secara penuh kepada Allah Swt.
Terakhir, Kepada Allah aku memohon ampun atas segala dosa dan salah, baik yang kusengaja atau tidak kusengaja yang dimungkinkan karena keterbatasan dan kelemahanku sebagai manusia biasa, dan penghargaan serta penghormatan tertinggi kuberikan kepada Rasulullah Muhammad Saw sang Nabi penutup, reformer sejati, pintu gerbang ilmu pengetahuan dunia dan akhirat dan salam takzim juga kucurahkan untuk para keluarga dan keturunan beliau serta para sahabat dan pengikutnya yang mendapatkan petunjuk Allah dibawah bendera Tauhid baik dahulu, sekarang dan yang akan datang dimanapun mereka berada.
Semoga Ibu Lia Aminuddin Yth dapat kembali kedalam petunjuk Allah yang benar.
"Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan:"Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi ?" (QS. 29:2)
"Sesungguhnya telah ada pada Rasulullah itu suri teladan yang baik bagi orang yang beriman kepada Allah dan [percaya kepada] hari kemudian serta banyak menyebut Allah." (QS. 33:21)
Maaf, saya tidak bisa melakukan sumpah yang macam-macam seperti jasad tidak diterima bumi atau yang lainnya, apapun bentuk hukuman atau azab-Nya sepenuhnya saya serahkan kepada Allah Azza Wajalla, saya hanya mengikuti apa yang sudah dicontohkan oleh Rasulullah Muhammad Saw ketika melakukan Mubahala dengan delegasi Kristen dari Najran seperti yang tergambar pada Al-Qur'an suci surah 3: ayat 60 s.d ayat 62.
"Kebenaran itu dari Tuhan-Mu, lantaran itu, janganlah engkau termasuk dari mereka yang ragu-ragu. Siapa yang membantahmu tentang itu sesudah datang pengetahuan kepadamu, maka katakanlah: "Marilah kita ajak anak-anak kami dan anak-anak kamu dan perempuan-perempuan kami dan perempuan-perempuan kamu dan kaum kami dan kaum kamu, kemudian kita berdoa dan kita jadikan laknat Allah atas orang-orang yang dusta"; Sesungguhnya inilah kisah yang benar; dan tidak ada Ilah melainkan Allah dan sesungguhnya Allah itu Maha Gagah dan Bijaksana." (QS. Ali Imran 3:60-62)
"Dia telah mensyari'atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada-Nya orang yang kembali (kepada-Nya)." (QS. 42:13)
Katakanlah: "Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma'il, Ishaq, Ya'qub, dan keturunannya, dan apa yang diberikan kepada Musa, 'Isa serta Nabi-nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membedakan seorangpun di antara mereka dan kepadaNya lah kami menyerahkan diri". (QS. 3:84)
"Dan tidaklah berpecah belah orang-orang yang didatangkan Al-Kitab melainkan sesudah datang kepada mereka bukti yang nyata." (QS. 98:4)
"Bagaimana Allah akan menunjuki suatu kaum yang kafir sesudah mereka beriman, serta mereka telah mengakui bahwa Rasul itu (Muhammad) benar-benar rasul, dan keterangan-keteranganpun telah datang kepada mereka ? Allah tidak menunjuki orang-orang yang zalim." (QS. 3:86)
"Dan Allah lebih mengetahui tentang musuh-musuhmu. Dan cukuplah Allah menjadi Pelindung. Dan cukuplah Allah menjadi Penolong." (QS. 4:45)
"Katakanlah: Hai Ahli Kitab! Marilah kepada kalimah yang adil antara kami dan kamu, yaitu janganlah kita sembah melainkan Allah dan janganlah kita menyekutukan sesuatu dengan Dia dan janganlah sebagian daripada kita menjadikan Ilah selain dari Allah." Jika mereka berpaling kebelakang, hendaklah kamu berkata: "saksikanlah bahwa sesungguhnya kami orang-orang Muslimin." (QS. 3:64)
"Ingat! Kamu ini orang-orang yang pernah berbantahan mengenai urusan yang kamu ketahui dan mengapakah kamu [sekarang] berbantahan mengenai urusan yang kamu tidak memiliki pengetahuan padanya ? Dan Allah itu Maha mengetahui dan kamu tidak mengetahui." (QS. 3:66)
"Dan ikutilah apa yang diwahyukan Tuhanmu kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Dan bertaqwalah kepada Allah. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara." (QS. Al-Ahzaab 33:2-3)
"Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari nabi-nabi dan dari kamu (sendiri), dari Nuh, Ibrahim, Musa dan Isa putera Maryam, dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang teguh, agar Dia menanyakan kepada orang-orang yang benar tentang kebenaran mereka dan Dia menyediakan bagi orang-orang kafir siksa yang pedih.
Hai orang-orang yang beriman, ingatlah akan nikmat Allah (yang telah dikurniakan) kepadamu ketika datang kepadamu tentara-tentara, lalu Kami kirimkan kepada mereka angin topan dan tentara yang tidak dapat kamu melihatnya. Dan adalah Allah Maha Melihat akan apa yang kamu kerjakan. (Yaitu) ketika mereka datang kepadamu dari atas dan dari bawahmu, dan ketika tidak tetap lagi penglihatan (mu) dan hatimu naik menyesak sampai ketenggorokan dan kamu menyangka terhadap Allah dengan bermacam-macam purbasangka. Di situlah diuji orang-orang mukmin dan digoncangkan (hatinya) dengan goncangan yang sangat." (QS. Al-Ahzaab 33: 7-11)
Palembang, Jum'at 09 Oktober 1998
Armansyah,yayat@geocities.com
http://www.geocities.com/pentagon/quarters/1246


"STUDI KRITIS PEMAHAMAN ISLAM"
Oleh ARMANSYAH

Sponsor link:

Mengupas Zat KeTuhanan Trinitas

Bismillahirrahmanirrahim.
Seperti yang kita ketahui, didalam ajaran Kristen (kecuali saksi Yehovah dan Unitarian yg lain), Tuhan dikonsepkan menjadi 3 oknum.
Tuhan Bapa, Tuhan anak dan Tuhan Roh Kudus.
Dan ketiga-tiga oknum ini sehakikat dan satu dalam zat.
Dan sekali lagi, menurut ajaran Kristen (baik itu Katolik maupun Protestan) bahwa kata Anak pada anak Tuhan yang diperankan oleh Jesus alias Yahshua alias YAOHÚSHUA hol-MEHUSHKHÁY alias 'Isa al-Masih putra Maryam bukan hanya sebagai kiasan, namun dalam arti yang sebenarnya.
Oleh karena perkataan anak Tuhan disini digunakan dalam arti yang sebenarnya, maka perkataan "Bapa" disini harus juga digunakan pula dalam arti Bapa yang sesungguhnya.
Dengan demikian terjadilah suatu hal yang mustahil !
Karena anak yang sebenarnya dari sesuatu, adalah mustahil akan memiliki suatu zat dengan Bapa yang sesungguhnya dari sesuatu itu juga.
Sebab pada ketika zat yang satu itu disebut anak, tidak dapat ketika itu juga zat yang satu ini disebut sebagai Bapa.
Begitupula sebaliknya, yaitu pada ketika zat yang satu itu disebut sebagai Bapa, tidak dapat ketika itu kita sebut zat yang sama ini sebagai anak dari Bapa itu.
Ketika kita zat yang satu ini kita sebut Bapa, maka dimanakah anak ?
Oleh karena mereka memiliki konsep pluralitas Tuhan dalam satu zat, maka disini telah menghadapi suatu dilema yang sukar. Tapi jika disebut zat Bapa lain dari zat anak, maka akan nyata pula bahwa Tuhan itu tidak Esa lagi tetapi sudah menjadi dua (dualisme keTuhanan).
Begitu pula dengan masalah oknum Trinitas yang ketiga, yang umumnya disebut sebagai Roh Kudus, menambah perbendaharaan oknum keTuhanan sehingga Tuhan memiliki tiga oknum yang berbeda satu dengan yang lainnya sehingga imbasnya pengakuan ke-Esaan Tuhan dalam satu zat akan sirna.
Roh Kudus digambarkan sebagai api, sebagai burung dan lain sebagainya.
Dan oknum Roh Kudus ini seringkali turun, baik sebelum Yesus lahir, masa Yesus hidup ataupun masa-masa setelah kepergian Yesus sesudah kejadian penyaliban dibukit Golgotta.
Kalau anda perhatikan apa yang tertulis di Alkitab mengenai Roh Kudus maka akan ada dapati suatu kenyataan bahwa:
Roh Kudus didalam Alkitab *tidak pernah* tampil sebagai suatu pribadi.
Pada saat Yesus dibabtis Roh Kudus hanya digambarkan seperti burung merpati.
Pada saat Roh Kudus turun pada hari Pentakosta, Roh Kudus digambarkan sebagai *lidah-lidah api*.
Kita perhatikan ayat tersebut:
KIS 2:3-4 Dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing.
Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.
Renungkanlah!
Adakah Allah itu bertebaran?
Adakah Allah itu hinggap pada murid-murid Yesus?
Adakah Allah itu memenuhi para murid?
Perhatikanlah, bahwa akibat dari *hinggapnya* Roh Kudus tersebut adalah: mereka menjadi mampu untuk melakukan hal-hal yang sebelumnya tidak dapat mereka lakukan.
Kemudian lihat ayat berikut:
MAT 3:11 Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku dan aku tidak layak melepaskan kasutNya. Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.
Air, Roh Kudus dan Api digunakan untuk membaptis, apakah kita harus berfikir bahwa murid Yesus dibaptis dengan Allah?
Dalam hal ini, Tuhan sudah terpecah kedalam tiga zat yang berbeda.
Sebab jika tetap dikatakan masih dalam satu zat, maka pada ketika itu juga terjadilah zat Bapa adalah zat anak kemudian zat anak dan Bapa itu adalah juga zat Roh Kudus.
Sewaktu zat yang satu disebut Bapa, dimanakah anak ?
Dan sewaktu zat yang yang satu disebut sebagai anak, maka dimanakah Bapa serta Roh Kudus ?
Oleh sebab itu haruslah disana terdapat tiga wujud Tuhan dalam tiga zat yang berbeda.
Sebab yang memperbedakan oknum yang pertama dengan oknum yang kedua adalah 'keanakan' dan 'keBapaan'. Sedang anak bukan Bapa dan Bapa bukan anak.
Jadi nyata kembali bahwa Tuhan sudah tidak Esa lagi.
Oleh karena itulah setiap orang yang mau mempergunakan akal pikirannya dengan baik dan benar akan menganggap bahwa Kristen Trinitas, bukanlah termasuk dalam golongan agama yang mengEsakan Tuhan, selama ia masih mengajarkan Tuhan itu memiliki tiga oknum seperti yang dijelaskan diatas.
Dengan begitu, maka nyata sudah bahwa ajaran itu bertentangan dengan ajaran semua Nabi-nabi yang terdahulu yang mengajarkan bahwa Tuhan itu adalah Esa dalam arti yang sebenarnya.
Adam tidak pernah menyebut bahwa Tuhan itu ada tiga, Abraham, Daud, Musa, Isa dan nabi-nabi sebelum mereka sampai pada Nabi Muhammad Saw juga tidak pernah mengajarkan keTritunggalan Tuhan.
Malah mereka semuanya adalah sederetan nabi-nabi yang telah susah payah, telah mengorbankan harga diri dan jiwa raganya demi menegakkan kalimah Tauhid, Tidak ada Tuhan yang patut disembah kecuali Tuhan yang satu, Tuhan yang bernama Allah (Swt).
Katakanlah: "Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma'il, Ishaq, Ya'qub, dan keturunannya, dan apa yang diberikan kepada Musa, 'Isa serta Nabi-nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membedakan seorangpun di antara mereka dan kepadaNya lah kami menyerahkan diri".
(QS. Ali Imran 3:84)
Dalam sebuah Hadistnya, Rasulullah Saw bersabda :
"Nabi-nabi itu adalah bersaudara yang bukan satu ibu, ibunya bermacam-macam, namun agamanya satu."
(HR. al-Saikhan dan Abu Daud)
Dalam satu studi banding antara AlQur'an plus Sunnah dan Bible yang meliputi Old Testament dan New Testament plus surat-surat kiriman jo riwayat perbuatan para Rasul (The Acts), apa yang diungkapkan Islam tentang ke-Esaan Allah mendapatkan satu titik temu.
Dalam kitab Ulangan 4:35 disebutkan :
"Kepada kalianlah dia itu ditunjuk, supaya engkau ketahui bahwa YÁOHU UL itulah ULHÍM; tidak ada yang lain selain Dia."
Ulangan 6:4 "Dengarlah oleh mu wahai Israel ! Sesungguhnya YÁOHU UL adalah Tuhan kita; dan YÁOHU UL itu satu adanya."
Isaiah 45:21"Dan tidak ada ULHÍM lain selain Ku; hanya ada ULHÍM sang penyelamat; Tidak ada siapapun beserta-Ku."
Isaiah 45:22 "Ikutilah Aku, dan kalian akan diselamatkan, semua yang ada diujung dunia: bahwa Aku lah ULHÍM dan tidak ada yang lain."
Jeremiah 10:10,"Namun, YÁOHU UL itulah ULHÍM yang sebenarnya. Dia-lah ULHÍM yang hidup dan penguasa yang sejati."
Galatia 3:20 "Tetapi YÁOHU UL adalah satu".
1 Timothy 1:17"Sekarang menuju kepada penguasa abadi, tidak berkesudahan, tidak terlihat, hanyalah ULHÍM yang bijaksana, menjadi kehormatan dan kemuliaan selama-lamanya."
James 2:19"Kamu mengimani bahwa hanyalah ada satu ULHÍM, dan pun Setan mengimaninya ... lalu menggeletar."
YAOHÚSHUA alias Jesus The Messias alias 'Isa Almasih as, berulang kali menyatakan ke-Esaan Tuhan yang dalam bahasa Ibrani purbakala disebut dengan ULHÍM.
John 17:3
"Dan inilah hidup yang abadi, bahwa mereka mengenal Engkau, ULHÍM yang benar, dan al-masih yang telah Engkau utus."
Mark 12:29
"Dan YAOHÚSHUA menjawabnya, Hukum yang terutama adalah, dengarlah wahai Israel, adapun YÁOHU UL adalah Elohim kita, YÁOHU UL itu satu adanya."
Kembali pada masalah konsep Tritunggal atau Trinitas, seperti yang diterangkan, ketiga Tuhan ini berbeda satu sama lain. Oknum yang pertama terbeda dengan Ke-Bapaan.
Oknum kedua terbeda dengan Keanakan yang menjadi manusia.
Dan oknum ketiga terbeda dengan keluarnya dari Allah Bapa dan dari Allah anak.
Perbedaan itu merupakan perbedaan yang hakiki, yaitu Bapa bukan anak dan anak bukan Roh Kudus.
Apabila sesuatu menjadi perbedaan dan keistimewaan pada satu oknum, maka perbedaan dan keistimewaan itu harus ada pada zatnya.
Misalnya, satu oknum memiliki perbedaan dan keistimewaan menjadi anak, maka zatnya harus turut menjadi anak.
Artinya zat itu adalah zat anak. Karena oknum tersebut tidak dapat terpisah daripada zatnya sendiri. Apabila perbedaan dan keistimewaan itu ada pada zatnya, maka ia harus adapula pada zat Allah, karena zat keduanya hanya satu.
Oleh karena sesuatu tadi menjadi perbedaan dan keistimewaan pada satu oknum maka ia tidak mungkin ada pada oknum yang lain. Menurut misal tadi, keistimewaan menjadi anak tidak mungkin ada pada oknum Bapa.
Apabila ia tidak ada pada oknum Bapa, maka ia tidak ada pada zatnya.
Apabila ia tidak ada pada zatnya, maka ia tidak ada pada zat Allah.
Karena zat Bapa dengan zat Allah adalah satu.
Dengan demikian terjadilah pada saat yang satu, ada sifat keistimewaan tersebut pada zat Allah dan tidak ada sifat keistimewaan itu pada zat Allah.
Misalnya, anak menjadi manusia.
Apabila anak menjadi manusia, maka zat Allah harus menjadi manusia karena zat mereka satu.
Selanjutnya disebut pula bahwa Bapa tidak menjadi manusia.
Dengan demikian berarti pula bahwa zat Allah tidak menjadi manusia.
Maka pada saat zat Allah akan disebut menjadi manusia dan zat Allah tidak menjadi manusia, maka ini menjadi dua yang bertentangan dan mustahil akan dapat terjadi.
Konsep Tuhan Bapa, Tuhan anak dan Tuhan Roh Kudus hanya dapat dipelajari dan dapat diterima jika mereka mendefenisikannya sebagai 3 sosok Tuhan yang berbeda dan terlepas satu sama lainnya, dalam pengertian diakui bahwa Tuhan bukan satu atau Esa, melainkan tiga.
Jika betul Tuhan itu Esa dan Dia telah menjelma atau berinkarnasi menjadi manusia yaitu Jesus, tentu dilangit sudah tidak lagi ada Tuhan. Hal ini dapat kita bandingkan dalam cerita pewayangan, dimana Bathara Ismaya ketika dia berada dikahyangan ia adalah seorang Bathara (dewa), tetapi jika ia turun kebumi dan menjelma menjadi Semar sebagai panakawan Arjuna.
Dan apabila Bathara Ismaya ini menjelma menjadi Semar didunia, maka dikahyangan tidak lagi ada Bathara Ismaya itu. Dan jika dia berada di Kahyangan sebagai Bathara Ismaya, maka dibumi tidak ada Semar, sehingga para panakawan kehilangan Semar.
Lalu bisakah hal ini kita terapkan pada Jesus ? Sayangnya justru tidak bisa.
Dimana Jesus ada didunia, maka dilangit Tuhan masih ada.
Bahkan dalam beberapa pasal Bible nyata-nyata kita dapati bahwa Tuhan berbeda dengan Jesus dan berbeda pula dengan Roh Kudus yang dalam teologi Nasrani juga merupakan bagian dari Tuhan.
Sebagaimana juga yang kita ketahui, klaim pihak Kristen Trinitas bahwa Allah Bapa, Allah anak dan Allah Roh Kudus bersifat Kadim, Alpha dan Omega, tidak berawal dan tidak berakhir.
Tapi benarkah pendapat demikian ?
Kita tinjau dari Tuhan anak yang diperankan oleh Yesus saja pendapat yang demikian sudah bisa kita pentalkan.
Yesus baru ada ketika dia dilahirkan oleh Siti Maryam atau dalam agama Kristen disebut sebagai Mariah.
Sebelum Mariah melahirkannya, tidak pernah ada Tuhan yang bernama Yesus ini.
Sebagaimana juga yang kita ketahui, pemahaman Trinitas mengajarkan bahwa Allah Bapa, Allah anak dan Allah Roh Kudus bersifat Kadim, Alpha dan Omega, tidak berawal dan tidak berakhir.
Tapi benarkah pendapat demikian ?
Kita tinjau dari Tuhan anak yang diperankan oleh Yesus saja pendapat yang demikian sudah bisa kita gugurkan. Yesus baru ada ketika dia dilahirkan oleh Siti Maryam atau dalam agama Kristen disebut sebagai Mariah. Sebelum Mariah melahirkannya, tidak pernah ada Tuhan yang bernama Yesus ini.
Memang ada ayat yang konon kabarnya Yesus mengakui bahwa dia sudah ada sebelum Abraham ada, tapi benarkah demikian adanya ?
Siapakah nama beliau sebelum dilahirkan oleh Mariah dengan nama Yesus ?
Kemana gerangan Tuhan Yesus sebelum-sebelumnya ?
Ada dimana Tuhan Yesus ketika Adam diciptakan pertama kali ?
Ada dimana pula Tuhan Yesus ketika Abraham, Daud, Sulaiman, Musa diutus ?
Lanjut pemahaman kaum Trinitas ini, Allah bukannya barulah menjadi Bapa oleh kelahiran Yesus di Betlehem, melainkan sedari kekal, ia adalah juga Allah Bapa.
Yesus bukanlah menjadi anak ALlah pada saat kelahirannya di Betlehem, melainkan sedari kekal ia adalah anak Allah.
(Dr. G.C. Van Niftrik & Ds. B.J. Boland dalam bukunya Dogmatika masa kini halaman 151)
Mengenai hal ini harus kita ketahui bahwa akal manusia dapat membenarkan, Bapa yang sebenarnya harus lebih dahulu daripada anak yang sebenarnya.
Akal manusia tidak dapat membenarkan anak lebih dahulu daripada Bapa atau anak bersama-sama ada dengan Bapa.
Apabila Allah Bapa telah terbeda daripada anak Allah dari kadim, maka anak Allah itu tidak dapat disebut 'diperanakkan' oleh Allah Bapa.
Karena Allah Bapa dan anak Allah ketika itu sama-sama kadim, Alpha dan Omega, sama-sama tidak berpermulaan dan tidak ada yang lebih dahulu dan yang lebih kemudian wujudnya.
Apabila ia disebut diperanakkan, maka yang demikian menunjukkan bahwa ia terkemudian daripada Bapa.
Karena anak yang sebenarnya harus terkemudian daripada Bapanya yang sebenarnya.
Oleh karena itu ajaran Trinitas yang menyatakan bahwa anak dengan Bapa sama-sama kadim, alpha dan omega, sama-sama tidak berpermulaan dan tidak saling dahulu mendahului tidak akan masuk akal dan adalah suatu kejadian yang mustahil.
Seterusnya ajaran Trinitas yang mengatakan bahwa Roh Kudus keluar dari sang Bapa dan sang anak (lihat : Pengakuan Nicea-Konstantinopel dalam buku Dogmatika Masa kini hal. 433), adalah juga ajaran yang tidak masuk akal.
Apabila Bapa telah terbeda dari kadim, anak telah terbeda dari kadim dan Roh Kudus telah terbeda dari kadim, maka ketiga-tiganya telah ada diluar dari kadim.
Dengan demikian Roh Kudus tidak dapat disebut telah keluar dari sang Bapa dan sang anak, karena ia memang telah ada diluar dari kadim seperti Bapa dan anak telah ada diluar.
Sesungguhnya, ajaran-ajaran seperti ini adalah tidak mungkin terjadi.
Tuhan tidak akan merubah hukum yang telah dibuat olehNya sendiri, dan Allah tidak menyukai kekacauan
(1 Korintus 14:33).
Segala sesuatu itu memiliki aturan permainan masing-masing, dan tidak akan ada perubahan dari hukum-hukum alam itu (sunatullah).
"Katakan: Dialah Allâh yang Esa. Allâh tempat bergantung. Tidak beranak dan tidak diperanakkan. Dan tidak ada bagi-Nya kesetaraan dengan apapun."
(Qs. Al-Ikhlash 112:1-4)
"Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu berlebih-lebihan dalam agamamu, dan janganlah mengatakan tentang Allah kecuali yang benar. Sungguh, Al-Masih, Isa putera Maryam itu, hanyalah Rasul Allah dan kalimah-Nya, yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan ruh daripada-Nya. Maka berimanlah kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya. Dan janganlah kamu katakan:"Tritunggal !", Jangan teruskan. (Itu) lebih baik bagimu. Sungguh, Allah adalah Tuhan satu, Maha Suci Ia dari mempunyai anak, kepunyaan-Nya segala yang di langit dan segala yang di bumi. Dan cukuplah Allah sebagai Pelindung".
(Qs. An-Nisa' 4:171)


"STUDI KRITIS PEMAHAMAN ISLAM"
Oleh ARMANSYAH

Sponsor link:

Kontroversi dalam Kisah Penyaliban 'Isa Al-Masih

Kita sudah banyak sekali mengupas perihal 'Isa putra Maryam dan latar belakang terjadinya penyaliban berikut dengan pengkajian-pengkajian kita mengenai misteri orang yang tersalib itu dalam pandangan al-Qur'an.
Dalam kesempatan ini, kita masih akan mempermasalahkan kisah penyaliban yang melingkupi kontroversi didalam Bible agar umat Islam mengetahui secara baik alur ceritanya dan tidak memparalelkan satu cerita didalam Bible secara serampangan terhadap cerita al-Qur'an tanpa mengadakan penelitian lebih dalam.
  1. Pada Matius 27:46, Markus 15:34 dikatakan bahwa Nabi 'Isa telah berteriak dengan lantangnya kepada Allah Swt atas penyaliban dan siksaan yang telah dilakukan oleh kaum Israel itu.
    Markus 15:34 And at the ninth hour Jesus cried with a loud voice, saying, Eloi, Eloi, lama sabachthani? which is, being interpreted, My Elohim, my Elohim, why hast thou forsaken me ?
    Matius 27:46And about the ninth hour Jesus cried with a loud voice, saying, Eli, Eli, lama sabachthani? that is to say, My Elohim, my Elohim, why hast thou forsaken me ?
    Sekarang anggap sajalah bahwa yang disalib itu adalah benar al-Masih, 'Isa putera Maryam Rasul Allah sebagaimana yang diyakini oleh sekelompok kalangan didalam Islam dan juga umat Nasrani, dalam tragedi penyaliban 'Isa telah mengeluarkan teriakan-teriakan lantang dengan kata-kata yang seolah hendak mengajukan protes kepada Tuhan atas apa yang menimpa dirinya.
    Layakkah semua itu dilakukan oleh seorang Nabi yang hanif seperti 'Isa al-Masih ?
    Dimana letak derajat kenabian dan kerasulan beliau yang seharusnya menjadi teladan dan contoh kepada umatnya dengan melakukan perbuatan yang memalukan itu ?
    Takutkah 'Isa terhadap kematian yang bisa menimpa dirinya ?
    Tidak kuatkah beliau sebagai Nabi menahan siksaan dari umat Yahudi ?
    Dimana letak kedekatan beliau dengan Allah yang seharusnya menjadi penentram hatinya ?
    Bukankah beliau juga sudah berdoa sewaktu di Taman Getsemani ?
    Juga, bukankah Nabi Isa itu sendiri sudah diperkuat Allah dengan Ruhul Kudus ?
    Tidak disangsikan lagi, didalam al-Qur'an disebutkan bahwa Nabi 'Isa sendiri berkata :
    Dan keselamatan atasku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku akan mati dan pada hari aku akan dibangkitkan dengan keadaan hidup. Itulah dia, Isa putera Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya.
    (Qs. Maryam 19:30-34)
    Jadi tidak pada tempatnya Nabi 'Isa berteriak-teriak seolah seekor anjing kehilangan tuannya, sementara dia sendiri sudah pernah memberikan ultimatum wahyu yang diterimanya dari Allah bahwa dia akan tetap selamat, meski apapun perlakuan umatnya kepada dirinya.
    Setiap Nabi dan Rasul Allah yang termaktub didalam al-Qur'an adalah mereka-mereka yang terkenal tingkat ketakwaan, kesabaran, kepasrahan dan keyakinan yang tinggi kepada Allah Swt selaku Tuhan semesta alam yang telah mengutus mereka kepada umat.
    Lihat contoh peristiwa Nabi Ibrahim as sebagai bapak Tauhid, yaitu sewaktu hendak dibakar karena perbuatan beliau yang menghancurkan berhala, Nabi Ibrahim tidak berteriak-teriak segala macam, karena ia yakin bahwa Allah akan menyelamatkannya.
    Nabi Muhammad Saw yang nyaris terbunuh dalam peperangan Uhud, juga bahkan para sahabat terbaik beliau yang tidak pernah mengeluh apalagi sampai berteriak lantang terhadap apa yang telah menimpa diri mereka. Semuanya itu disebabkan tingkat ketakwaan dan kepercayaan mereka yang tinggi terhadap Allah Swt yang melahirkan jiwa-jiwa berani dan tak kenal putus asa.
    Sesungguhnya kamu akan diuji terhadap hartamu dan dirimu. Dan sungguh, kamu akan mendengar celaan yang banyak dari orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, tetapi jika kamu bersabar dan bertaqwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan.
    (Qs. ali-Imran 3:186)
    Dan sesungguhnya perintah sabar itu diberikan dan ditanamkan Allah kepada semua utusanNya, agar dapat memberikan contoh terbaik kepada umat, membimbing umat kejalan yang benar.
    Tapi dengan tindakan Nabi Isa yang berteriak diatas kayu salib ini, pelajaran apa yang dapat diambil oleh umatnya terhadap sikap Nabi dan Rasul yang mereka percayai ini ?
    Apakah tingkat ketakwaan dan derajat Nabi 'Isa al-Masih berada dibawah tingkatan Ali Bin Abu Thalib yang sangat terkenal sifat kehanifannya dalam jajaran sahabat-sahabat Nabi Muhammad Saw ?
    Apakah Allah itu juga menderita penyakit tuli alias pekak alias budeg sehingga Nabi 'Isa mesti berteriak lantang menjertikan suaranya kepada Allah ?
    Ingatkah anda dengan firman Allah sbb :
    Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan pelankanlah suaramu.
    Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.
    (Qs. 31:19)
    Pengangkatan 'Isa dalam artian diselamatkannya Nabi 'Isa al-Masih pada tragedi Golgota telah memberikan peluang kepada kita didalam mempelajari Bible. Bahwa Bible menceritakan dengan baik sekali perihal adanya sosok 'Isa al-Masih sesudah peristiwa penyaliban.
    Disini kita bisa memberikan satu pentafsiran, bahwa setelah berhasil lolos dari tipu daya Yudas Iskariot yang licik itu, 'Isa al-Masih yang berubah dalam bentuk dan wujud yang baru tetap berada ditengah-tengah umatnya, Bani Israil.
     
  2. Pada hari minggu pertama setelah penyaliban terjadi, Kitab Yohanes 20:13 menggambarkan betapa seorang wanita muda pengikut Nabi 'Isa al-Masih bernama Maria Magdalena, yang pernah mengurapi diri Nabi 'Isa (Baca: Kitab Yohanes 12:3 dan Lukas 7:38), dan salah seorang dari mereka yang menyaksikan dengan matanya sendiri bagaimana sosok Nabi 'Isa al-Masih telah disalib dan dikuburkan (Baca: Markus 15:40-41 dan Markus 15:47) sekaligus juga sebagai wanita yang pernah disembuhkan oleh 'Isa dari tujuh setan (Baca: Lukas 8:2) telah mendatangi kuburan dimana jasad 'Isa al-Masih disemayamkan.
    Disana menurut Bible Yohanes, Maria Magdalena bertemu dengan dua orang malaikat namun ia sendiri tidak menjumpai sosok 'Isa al-Masih sebagaimana yang ia kenali dan wanita ini telah mengira bahwa 'Isa al-Masih yang berdiri dihadapannya dalam keadaan hidup itu sebagai seorang tukang kebun sampai akhirnya Nabi 'Isa memutuskan untuk menegur Maria Magdalena dan dikenali olehnya sebagai orang yang memang dicari-carinya.
    And she saw two angels in white, sitting, one at the head, and one at the feet, where the body of Jesus had been laid. They say to her: Woman, why weepest thou?
    She saith to them: Because they have taken away my Lord;
    And I know not where they have laid him.
    When she had thus said, she turned herself back, and saw Jesus standing;
    And
    she knew not that it was Jesus.
    Jesus saith to her: Woman, why weepest thou ?
    Whom seekest thou?
    She, thinking it was the gardener, saith to him:
    Sir, if thou hast taken him hence, tell me where thou hast laid him, and I will take him away.
    Jesus saith to her: "Mary !"
    She turning, saith to him: "Rabboni !(which is to say, Master)".
    Jesus saith to her: "Do not touch me !"
    For I am not yet ascended to my Father.
    But go to my brethren, and say to them:
    I ascend to my Father and to your Father,
    to my God and your God.
    (John 20:12-17)
    Apakah bukan satu keanehan bilamana Maria Magdalena telah mengira sosok Nabi 'Isa itu sebagai penunggu taman alias The Gardener ? Kita katakan saja pada waktu itu Nabi 'Isa sedang melakukan penyamaran sedemikian rupa sampai Maria Magdalena tidak lagi mengenalinya namun sebelum 'Isa memanggil nama Maria, beliau telah sempat berbicara dengannya dan tampaknya Maria tetap tidak mengenali sosok Nabi agung ini dihadapannya.
    Penolakan yang dilontarkan oleh Nabi 'Isa untuk disentuh oleh Maria Magdalena dalam Yohanes 20:17 menurut hemat saya bukanlah karena saat itu 'Isa baru saja sembuh dari luka-luka penyaliban, akan tetapi karena memang tidak selayaknya seorang laki-laki muda seperti 'Isa yang waktu itu baru berusia 33 tahun dipeluk oleh seorang wanita muda seperti Maria Magdalena yang bukan muhrimnya, kecuali jika 'Isa memang sudah wafat sementara 'Isa sendiri mengatakan kepada Maria Magdalena bahwa "For I am not yet ascended to my Father", Bahwa Nabi 'Isa saat itu belumlah mati dan ruhnya belum naik menghadap Allah.
    Akan tetapi, bagaimanapun juga, kisah yang diriwayatkan oleh Yohanes ini sangat berkontradiksi dengan periwayatan yang disampaikan oleh Matius, Markus dan Lukas didalam Injil mereka masing-masing.
    Lukas 24 dimulai dari pasal 1 menceritakan bahwa yang datang kemakam 'Isa al-Masih pada hari minggu itu tidak hanya Maria Magdalena namun juga beberapa orang wanita lainnya menyertainya yaitu Joanna, Maria ibunya Ya'kub serta beberapa perempuan lainnya yang tidak dijelaskan oleh Lukas 24:10 nama-nama mereka satu persatunya; dan Lukas juga tidak menyebutkan bertemunya Maria Magdalena dengan sosok 'Isa al-Masih, malah kedua malaikat itu banyak sekali berbicara kepada wanita-wanita yang mendatangi kuburan tersebut.
    Markus 16 dimulai pasal 1 mengatakan bahwa yang datang pada hari Minggu itu kekuburan 'Isa al-Masih hanya berjumlah tiga orang, yaitu Maria Magdalena, Maria ibunya Ya'kub dan Salome, selanjutnya dalam ayat ke-9, Markus mencoba mengambil cerita dari Lukas bahwa 'Isa sudah menemui Maria Magdalena pada hari minggu pertama itu, padahal dalam ayat-ayat sebelumnya telah dijelaskan olehnya sendiri betapa Maria Magdalena sama sekali tidak bertemu dengan 'Isa al-Masih.
    Yang lebih kontroversial lagi, Matius dimulai pasal 28 meriwayatkan bahwa yang datang pada hari minggu pertama itu adalah Maria Magdalena dan beberapa Maria lainnya yang tidak dijelaskannya Maria apa saja mereka itu, kemudian kedatangan mereka itu bersamaan dengan terjadinya gempa bumi dan turunnya seorang malaikat kemakam tersebut dan menggolekkan batu besar penutup kubur 'Isa dan mendudukinya.
    Perbuatan seorang malaikat ini menyebabkan takutnya beberapa Maria ini, dan sama sekali Matius tidak mengisahkan bahwa wanita-wanita itu melihat isi dalam kuburan 'Isa al-Masih, mereka hanya baru sampai diluar makam dan belum memasukinya ketika gempa terjadi dan malaikat turun.
    Selanjutnya Matius dalam ayat ke-9 menggambarkan bahwa seluruh Maria itu telah ditemui oleh Nabi 'Isa al-Masih ditengah perjalanannya dan memberikan salam kepada mereka. Dan ini bertentangan dengan kisah periwayatan yang lain, terutama dengan riwayat Yohanes yang menceritakan hanya Maria Magdalena yang bertemu dengan 'Isa al-Masih.
    Bagaimana seluruh kontroversi diatas bisa kita jadikan sandaran untuk meyakinkan bahwa 'Isa al-Masih merupakan tokoh yang tersalib dan mendekam didalam kuburan selama 3 hari sesuai dengan nubuatan Nabi Yunus yang tidak terbukti itu ?
    Bagaimana kita bisa mengatakan bahwa orang yang tersalib dan dikuburkan itu adalah sosok Nabi 'Isa al-Masih sementara kisah-kisah yang kita jumpai didalam Bible saling berbeda antara satu dengan yang lainnya ?
    Apa kriteria kita untuk menentukan cerita mana yang benar dan sesuai dengan al-Qur'an dan dapat diterima dengan akal serta manapula yang tidak ?
    Terlepas dari seluruh kontroversi diatas, kita lihat didalam Yohanes 21:1-4, kembali digambarkan bahwa Nabi 'Isa telah mendatangi pengikut-pengikutnya yang berada ditasik Tiberias dalam perwujudan yang lain:
    After these things Jesus shewed himself again to the disciples at the sea of Tiberias; and on this wise shewed he himself. There were together Simon Peter, and Thomas called Didymus, and Nathanael of Cana in Galilee, and the sons of Zebedee, and two other of his disciples. Simon Peter saith unto them, I go a fishing. They say unto him, We also go with thee.
    They went forth, and entered into a ship immediately; and that night they caught nothing.
    But when the morning was now come, Jesus stood on the shore:
    but
    the disciples knew not that it was Jesus.
    (John 21:1-4)
    Dalam riwayat Lukas 24:13-17 dikisahkan bahwa pada hari Minggu tersebut, Nabi 'Isa al-Masih juga telah menyempatkan diri untuk menemui 2 orang dari 11 sahabat utamanya yang sedang berjalan menuju kampung Emaus sekitar 3 jam jauhnya perjalanan dari kota Yerusalem.
    And, behold, two of them went that same day to a village called Emmaus, which was from Jerusalem about threescore furlongs. And they talked together of all these things which had happened.
    And it came to pass, that, while they communed together and reasoned, Jesus himself drew near, and went with them.
    But their eyes were holden that they should not know him.
    (Luke 24:13-17)
    ...And he said unto them, What things?
    And they said unto him, Concerning
    Jesus of Nazareth, which was a prophet mighty in deed and word before God and all the people.
    (Luke 24:19)
    And it came to pass, as he sat at meat with them, he took bread, and blessed it, and brake, and gave to them. And their eyes were opened, and they knew him; and he vanished out of their sight. (Luke 24:30-31)
    And they told what things were done in the way, and how he was known of them in breaking of bread.(Luke 24:33)
    Kita lihat dari cerita Lukas diatas, bahwa para sahabat Nabi 'Isa sendiri tidak pernah menganggap bahwa 'Isa adalah bagian dari ketuhanan, mereka hanya menyebut putera Maryam ini sebagai seorang Nabi yang memiliki banyak mukjizat. Dan kehadiran 'Isa al-Masih dalam perjalanan mereka itu sama sekali tidak mereka kenali sampai pada akhirnya mereka sadar ketika 'Isa memberkahi roti dan memecahnya untuk kemudian diberikan kepada mereka.
    Bagaimana mungkin kaum Hawariyin ini tidak mengenali sosok manusia yang selama ini senantiasa berada bersama-sama mereka jika tidak pada waktu itu wujud dari Nabi 'Isa ditampilkan dalam wujud yang lain sama sekali dan tidak bisa mereka kenali ?
    Tidak lupa mereka ini telah memberikan gambaran kepada kita, betapa mereka akhirnya mengenali Nabi 'Isa bukan melalui melihat wujudnya yang asli, tetapi karena Nabi 'Isa sudah memecah roti, jadi melalui tindakannya dan mereka baru sadar bahwa orang itu adalah 'Isa al-Masih yang mereka banggakan. Dan setelah mereka sadar, Nabi 'Isa kembali melakukan "Transformasi", menghilang dari hadapan mereka dan menjumpai sahabat-sahabatnya yang lain.
    Lukas 24:36 dan Yohanes 20:19 menjelaskan kepada kita bahwa setelah Nabi 'Isa memperlihatkan dirinya dengan perwujudan lain itu kepada beberapa orang pengikutnya diatas, akhirnya pada senja hari minggu itu, Nabi 'Isa al-Masih datang kepada kesebelas sahabat utamanya yang sedang duduk makan (lihat: Markus 16:14)
    Then the same day at evening, being the first day of the week, when the doors were shut where the disciples were assembled for fear of the Jews, came Jesus and stood in the midst, and saith unto them, "Peace be unto you".(John 20:19)
    "But they being troubled and frightened, supposed that they saw a spirit.
    And he said to them: Why are you troubled, and why do thoughts arise in your hearts?
    See my hands and feet !
    That it is I myself; handle, and see:
    For a spirit hath not flesh and bones, as you see me to have.
    And when he had said this, he shewed them his hands and feet.
    But while they yet believed not, and wondered for joy.
    He said: Have you any thing to eat?
    And they offered him a piece of a broiled fish, and a honeycomb.
    And when he had eaten before them, taking the remains, he gave to them."
    (Luke 24:37-43)
    Kita lihat, adalah suatu keanehan tersendiri, diantara para sahabat yang berkumpul pada senja hari itu sudah ada yang pernah bertemu dengan Nabi 'Isa pada waktu siang harinya dan mengetahui bahwa 'Isa al-Masih belumlah wafat dan berada dalam keadaan yang lain, akan tetapi kisah diatas menunjukkan kepada kita betapa para sahabat itu sendiri merasa ketakutan dengan hadirnya sosok 'Isa al-Masih secara tiba-tiba dan mereka pun tidak mempercayai bahwa sosok orang yang hadir ditengah-tengah mereka saat itu adalah 'Isa.
    Mereka malah mengira 'Isa al-Masih adalah hantu !
    Apa yang menyebabkan mereka mengira sang Nabi agung ini sebagai hantu ?
    Apakah karena kemunculannya yang tiba-tiba itu ?
    Rasanya tidak, sebab mereka sudah akrab dengan fenomena mukjizat 'Isa al-Masih, bahkan dua diantara mereka pada minggu siang itu telah menyaksikan betapa Nabi 'Isa tiba-tiba hilang dari hadapan mereka (Baca lagi riwayat dari Lukas 24:31 diatas.
    Mereka digambarkan sangat takjub dan ketakutan serta tidak percaya sebab mereka selama ini berpikir bahwa 'Isa al-Masih sudah tersalibkan dan wafat, sedangkan mereka sendiri tidak ada yang menjadi saksi mata pada kejadian hari itu sebab keseluruhan dari mereka malah melarikan diri disaat sang Nabi berada dalam keadaan bahaya (Baca: Kitab Markus 14:50).
    Bagaimana ini jadinya ?
    Satu-satunya penjelasan yang masuk akal adalah mereka semua saat itu berpikir bahwa 'Isa sudah wafat dan hantunya datang kepada mereka, untuk membantah pemikiran mereka itu, 'Isa al-Masih menunjukkan bukti-bukti masih hidupnya beliau selaku manusia biasa, diantaranya memakan sepotong ikan goreng dan minum madu serta menyuruh mereka menyentuh kulit tubuhnya.
    Penjelasan yang masuk akal diatas tetap akan berlawanan apabila kita melihat balik kepada ayat-ayat yang menceritakan berita heboh atas hilangnya mayat 'Isa al-Masih pada pagi minggu itu dan beberapa orang dari mereka justru sudah berjumpa langsung dengan sang Nabi dalam keadaan hidup pada siang harinya.
    Sekali lagi saya katakan, apa kriteria kita untuk menyatakan bahwa 'Isa sudah benar-benar tersalibkan dan dikubur dalam makam selama 3 hari ? Jika kita hanya menyandarkan pada data-data dari dalam Bible, maka data-data itu saling berlawanan antara satu dengan yang lainnya.
    Saya ingatkan kembali pada sabda Nabi Muhammad Saw :
    "Apabila ada ahli kitab berbicara kepadamu, maka janganlah engkau mendustakannya dan janganlah kamu membenarkannya. Tetapi katakanlah : 'Kami beriman kepada apa yang diturunkan kepada kami dan kami beriman kepada apa yang diturunkan sebelum kami.' ; Apabila yang dikatakan itu haq (benar), janganlah kamu mendustakannya. Tetapi apabila itu batil, maka janganlah kamu membenarkan."
    (Riwayat Abu Daud, Turmudzi dan Muslim)
  3. Contoh lain dari kita untuk menolak pernyataan bahwa Nabi 'Isa sungguh tokoh yang telah disalib adalah riwayat Yohanes 19:26 yang menyebutkan bahwa dari atas kayu salib itu Nabi 'Isa telah memanggil ibunya dengan kata-kata ketus: "Perempuan ! lihatlah anakmu !"
Adakah itu mencerminkan adab sopan santun seorang Nabi dan Rasul Allah yang harus menjadi panutan umatnya ?
Mari kita baca firman Allah dalam al-Qur'an secara teliti berikut ini :
'Isa berkata: "Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku kitab dan Dia menjadikan aku seorang nabi. Dia jadikan aku seorang yang berbakti di mana saja aku berada, dan Dia mewajibkan kepadaku shalat dan zakat selama aku hidup, dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. (Qs. 19:30-34)
Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya engkau tidak menyembah selain Dia dan hendaklah engkau berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka janganlah kamu berkata : "Ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. (Qs. 17:23)
Dan ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil: "Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat baiklah kepada ibu bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat.
(Qs. 2:83)
Dari beberapa kriteria ini, menurut saya, untuk menyatakan bahwa Nabi 'Isa sudah tersalib benar-benar sulit diterima, baik dengan menggunakan dalil-dalil dalam Bible sendiri apalagi dengan berdasarkan dalil-dalil dari kitab suci al-Qur'an.
Sewajarnyalah kita mengimani wahyu Allah dalam an-Nisaa' 157 apa adanya :
Dan perkataan mereka: "Kami telah membunuh al-Masih 'Isa putera Maryam, utusan Allah", padahal tidaklah mereka membunuhnya dan tidak menyalibnya, tetapi dia disamarkan bagi mereka.
Dan sesungguhnya orang-orang yang berselisihan tentangnya selalu dalam keraguan mengenainya. Tiada pengetahuan mereka kecuali mengikuti dugaan, dan tidaklah mereka yakin telah membunuhnya.
(Qs. 4:157)
Pada masanya, Nabi Musa as., pernah dikaruniakan oleh Allah tongkat yang dapat berubah ujud menjadi seekor ular besar ketika berhadapan dengan tukang sihir Fir'aun.
Bahkan dalam kasus Nabi Musa ini, tongkatnya itu sebagai satu benda mati, benar-benar berubah menjadi wujud benda lain yang memiliki nyawa dan mampu melawan ular-ular kecil para tukang sihir dari negri Mesir itu. Sementara Nabi Isa Almasih, hanyalah diserupakan wajahnya oleh Allah Swt dengan wajah orang lain namun bukan dirubah wujudnya menjadi 'benda lain, semuanya merupakan hal yang sangat mudah sekali bagi Allah, Tuhan semesta alam.
"Ye men of Israel, hear these words; Jesus of Nazareth, a man approved of Yahweh among you by miracles and wonders and signs, which Yahweh did by him in the midst of you, as ye yourselves also know" (The Acts 2:22)
"Hai orang-orang Israil, dengarlah perkataan ini: Jesus dari Nazaret, seorang yang telah ditentukan Allah dan yang dinyatakan kepadamu dengan mukjizat-mukjizat dan kekuatan-kekuatan serta tanda-tanda yang dilakukan Allah dengan perantaraan dia ditengah-tengah kamu sebagaimana yang kamu ketahui." (Kisah Para Rasul 2:22)
Paus pernah menegur Fra Fulgentio mengenai pengajaran Bible :
Thus for instance Fra. Fulgentio was reprimanded by the Pope in a letter saying, 'Preaching of the Scriptures is a suspicious thing. He who keeps close to the Scripture will ruin the Catholic faith.' In his next letter he was more explicit, warning against too much insistence on the scriptures 'which is a book if anyone keeps close to, he will quite destroy the Catholic Church.'
(Taken from :
A Brief Account of the Crusades)
"Mengajarkan kitab suci itu perkara yang mencurigakan.
Orang yang terlalu berpegang pada kitab suci itu akan menjatuhkan keyakinan yang umum."
"...itulah yang disebut kitab suci. Bila orang berpegang teguh kepadanya, niscaya akan menghancurkan gereja Katolik."
Kita jangan terlampau mudah mempercayai kisah-kisah yang terdapat didalam Bible yang nyata-nyata memiliki banyak sekali pertentangan dengan ajaran Islam, lagipula, isi Bible terutama Perjanjian Baru yang ada sekarang ini, semuanya dikarenakan untuk membuat persamaan terhadap cerita-cerita yang disebarkan oleh Paulus, musuh besar 'Isa al-Masih.
Dalam hal ini, Paulus sendiri membuka identitas dirinya :
Tetapi JIKA kebenaran Allah oleh dustaku semakin melimpah bagi kemuliaanNya, mengapa aku masih dihakimi lagi sebagai orang berdosa ? (Roma. 3:7).
Disini Paulus mencoba mencari pembenaran atas sikapnya sebagai seorang pendusta agama, bahwa bila apa yang dilakukannya dengan segala kebohongannya itu kepada umat Kristen adalah untuk dan demi Allah, maka tidaklah layak dia dihakimi sebagai orang yang berdosa, sebab dia menganggap dirinya berjasa kepada Allah.
Namun umat Nasrani akan menunjukkan dengan ayat berikutnya :
Bukankah tidak benar fitnahan orang yang mengatakan bahwa kita berkata: "Marilah kita berbuat yang jahat, supaya yang baik timbul dari padanya." Orang semacam itu sudah selayaknya mendapat hukuman. (Roma. 3:8).
Sekarang kita ajukan pertanyaan yang di JIKA oleh Paulus pada Roma 3:7 itu apanya ?
Kebenaran Allah yang melimpah atau dustaku ?
Bagaimana kalau kalimat tersebut kita ganti dengan kalimat yang setara jenis dan susunannya seperti :
Tetapi JIKA kemakmuran Indonesia oleh bantuan IMF semakin melimpah bagi kemuliaan Indonesia, mengapa IMF masih juga dihakimi sebagai penghancur negara ? (IMF 3:7)
Kalimat Roma 3:7 akan sama saja bunyinya jika kita alihkan sbb :
Tetapi JIKA DENGAN AKU BERDUSTA maka kebenaran Allah semakin melimpah bagi kemuliaanNya, mengapa aku masih dihakimi lagi sebagai orang berdosa ? (Roma. 3:7)
Lalu juga akan muncul argumen baru dari mereka dengan menggunakan persamaan :
JIKA AKU KAYA -------> Faktanya aku tidaklah kaya
JIKA AKU BERDUSTA ---------> Faktanya aku tidaklah berdusta
Baiklah, dalam bahasa Inggris kita mengenal adanya If Conditional (kalimat bersyarat) 'Conditional Type 1, 2 and 3', yaitu kalimat yang menyatakan bahwa pekerjaan itu dapat dilakukan kalau syaratnya terpenuhi. Dan berikut ini akan kita ketengahkan dalam bahasa Indonesia salah satu contoh kalimat dari ketiga type If conditional tersebut.
Jika bacokanku ternyata membuat dirinya semakin terkenal, mengapakah aku dihakimi sebagai seorang yang bersalah ?
Menurut anda, orang tersebut telah membacok atau tidak ?
Kalimat diatas, itu memiliki pola yang sama dengan Roma 3:7, silahkan anda memberikan penilaian sendiri sampai sejauh mana kebenaran yang keluar dari ucapan Paulus.
Kita kembali pada pembahasan al-Qur'an, bahwa Nabi 'Isa al-Masih telah diselamatkan oleh Allah dari peristiwa penyaliban itu dengan cara mengembalikan perbuatan makar itu kepada orang yang telah merencanakannya sendiri.
Wa innahu la'ilmullisa'ati falatamtarunna biha wattabi'un; Haza shirothum mustaqim
"Dan sesungguhnya Isa telah memberikan pengetahuan mengenai Sa'ati.
Karena itu janganlah kamu ragu-ragu padanya ikutilah Aku (Allah). Ini satu jalan yang lurus.
(Qs. 43:61)
Bahwa Nabi 'Isa al-Masih telah memberikan pengetahuan, memberikan informasi mengenai kejadian yang akan berlaku sesudahnya, yaitu pemberitaan akan datangnya Nabi Muhammad Saw selaku Nabi akhir zaman, Nabi penutup yang merupakan satu kabar gembira bagi umat manusia yang benar-benar mengharapkan ridho dan rahmat Allah.
"Dan tatkala 'Isa putra Maryam berkata: hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah Rasul Allah kepada kamu, membenarkan Taurat yang turun sebelumku dan memberikan kabar gembira mengenai seorang Rasul sesudahku yang namanya Ahmad." (Qs. ash-Shaff 61:6)


"STUDI KRITIS PEMAHAMAN ISLAM"
Oleh ARMANSYAH

Sponsor link: