Kamis, 13 Agustus 2015

Mengenal Naskah Protoevangelium Yakobus

Kita akan memakai sebuah dokumen yang dianggap tertua setelah keempat Injil yang bernama Protoevangelium Yakobus atau dikenal juga dengan nama Gospel of James atau Infancy Gospel of James yang dipadukan dengan cerita-cerita didalam al-Qur’an sebagaimana juga Tabor banyak melakukan hal yang sama terhadap cerita-cerita keempat Injil yang menjadi dasar pijakan kajiannya dalam hal ini.

Kiranya penulis merasa perlu menjelaskan beberapa hal berkaitan dengan istilah-istilah yang akan sering digunakan didalam buku ini terutama bagi para pembaca yang masih awam sekali dengan naskah-naskah kekristenan resmi atau juga naskah-naskahnya yang tidak resmi atau tidak diakui keabsahannya oleh pihak otoritas gereja sehingga apa yang nantinya disampaikan pada buku ini, sedikit banyaknya bisa dipahami sesuai dengan yang dimaksudkan dalam penerbitannya ditengah umat Islam.
 
Ensiklopedi Wikipedia[1] mencatat, Protoevangelium Yakobus merupakan dokumen yang dipercaya oleh sejumlah sarjana Biblika atau orang-orang yang mendalami studi tentang kitab suci Kristen, ditulis sekitar tahun 150 atau abad ke-2 Masehi. Dokumen ini ditulis oleh seseorang bernama Yakobus (di Barat orang menyebutnya dengan nama James) yang berdasarkan naskah ini adalah putera Yusuf situkang kayu dari pernikahannya yang pertama sebelum diceritakan menikahi Maryam ibunda Isa al-Masih seperti tertuang dalam penceritaan kitab-kitab suci Kristiani. jadi Yakobus bisa disebut sebagai saudara angkat dari Isa al-Masih. Tetapi karena faktor ini juga salah satunya yang membuat dokumen ini termasuk kedalam kategori " Pseudepigraphical " atau dianggap oleh para sarjana Biblika telah ditulis oleh seseorang tertentu yang mengatasnamakannya kepada orang lain (dalam hal ini mendompleng nama Yakobus). Untuk menjadi catatan saja bahwa semua pola pandang sarjana Biblika tersebut tidak bisa dilepaskan dari acuan utama mereka terhadap otorisasi kitab Perjanjian Baru yang diakui oleh gereja. Tentu akan menjadi berbeda sudut pandangnya bila dilihat dari sisi yang lain (apalagi dari kacamata al-Qur’an yang notabene dipandang sebelah mata oleh mereka).

Penggunaan kata Protoevangelium sendiri berasal dari bahasa Yunani Protoevangelion yang merujuk kepada naskah-naskah yang terbentuk atau sudah ada sebelum proses kanonisasi atau penetapan ke-4 Injil sebagai kitab suci umat Kristiani ( pre-Gospel ). Cerita-cerita dalam Protoevangelium Yakobus ini sering dikacaukan orang dengan "The History of Joseph the Carpenter" yang berasal dari abad ke-5 dan juga kedalam "The Gospel of Pseudo-Matthew" atau juga dengan beberapa naskah lain yang disebut sebagai Injil masa kecil yang berasal dari Syiria, Arab dan Armenia. Padahal Protoevangelium Yakobus sama sekali terlepas dari naskah-naskah tersebut.
 
Dewasa ini dokumen Protoevangelium Yakobus dimasukkan oleh dunia Kristen kedalam kategori kitab Apokripa, yaitu sebuah istilah yang berasal dari bahasa Yunani dengan arti "sesuatu yang disembunyikan". Dalam tradisi teologi Kristen kitab-kitab Apokripa merujuk kepada seluruh naskah yang berkaitan dengan teologi keimanan mereka tetapi tidak tergabung kedalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru yang disahkan oleh gereja sehingga kitab-kitab itu tidak layak diterima keabsahannya[2]. Pada abad ke-16 Masehi, istilah Apokripa memiliki konotasi yang negatif dan menjadi sinonim dari kebatilan, sehingga saat disebut kitab Apokripa maka itu artinya sama dengan kitab palsu atau kitab yang batil. Adapun terjemahan bahasa Inggris dari Protoevangelium Yakobus yang kita pergunakan dibuku ini, diambil dari situs http://www.catholic-forum.com/saints/stj20001.htm dan diterjemahkan sendiri kedalam bahasa Indonesia oleh Penulis, beberapa terjemahan Protoevangelium Yakobus berbahasa Inggris yang sempat Penulis temui disejumlah situs lainnya di Internet, redaksinya menyimpang jauh dari naskah yang sebenarnya.


1. http://en.wikipedia.org/wiki/Gospel_of_James
2. http://en.wikipedia.org/wiki/Apocrypha




Rekonsruksi Sejarah Isa Almasih
Oleh: Armansyah

Kunjungi juga:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar